Tiga Golongan Luka Bakar dan Cara Menanganinya

Luka akibat terkena panas atau biasa disebut luka bakar bisa terjadi di mana dan kapan saja, terutama untuk Anda yang selalu berhubungan dengan api dan sumber panas lainnya. Pekerjaan yang sering berhubungan dengan sumber panas misalnya seperti koki, tukang las, pekerja pabrik yang menggunakan api listrik, petugas listrik, dan sebagainya. Bahkan masih banyak kasus yang terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena air panas dan terkena cipratan minyak ketika memasak. Salep untuk luka bakar biasanya menjadi salah satu option untuk mengatasi luka bakar tersebut.

Palang Merah Indonesia atau PMI mendeskripsikan luka bakar sebagai keseluruhan cedera yang terjadi akibat paparan suhu yang tinggi. Adapun beberapa sumber penyebab luka bakar diantaranya adalah:

1. Panas (suhu di atas 60°C), seperti: api, uap panas, benda panas
2. Listrik, seperti: listrik rumah tangga, petir
3. Kimia, seperti: soda api, air aki (zuur)
4. Radiasi, seperti: sinar matahari (ultraviolet), bahan radioaktif

Berikut ini adalah tiga golongan luka bakar yang berdasarkan kedalamannya, diantaranya:

● Luka bakar superfisial (derajat satu)
Luka bakar yang terjadi meliputi lapisan kulit paling atas atau biasa disebut lapisan epidermis. Dan luka bakar ini biasanya ditandai dengan kemerahan, rasa nyeri, dan terkadang membengkak.

● Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam dari derajat satu)
Luka bakar yang terjadi pada lapisan paling luar kulit yang rusak dan mengganggu lapisan bawahnya. Luka bakar pada tingkat ini merupakan jenis yang paling sakit, biasanya ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung pada kulit yang berisi cairan, bengkak, kulit berwarna kemerahan atau bisa juga menjadi putih, kulit lembab, dan rusak.

● Luka bakar derajat tiga
Luka bakar pada tingkat ini lapisan yang terkena luka bakar tidak terbatas, bahkan bisa sampai parah hingga tulang dan organ dalam. Luka bakar ini merupakan tingkat yang paling berat diantara lainnya. Tanda-tanda tingkat ini adalah ditandai dengan kulit berubah kering, pucat atau bahkan putih, namun bisa juga gosong dan hitam. Pada tingkat ini tidak menimbulkan sakit, berbeda dengan derajat satu dan dua.

Dan berikut ini adalah cara untuk menangani luka bakar, diantaranya:
1. Dinginkan luka dengan air keran yang mengalir. Namun bila luka diakibatkan oleh bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih.
2. Lepaskan pakaian dan perhiasan yang melekat pada tubuh. Bila luka melekat pada pakaian gunting pakaian di sekitarnya yang tidak menempel, jangan memaksakan untuk melepas pakaian.
3. Tutup luka bakar dengan menggunakan penutup luka steril, jangan pernah memecahkan gelembung.
4. Mentega, odol, kecap, kopi, air es bukan obat yang tepat untuk menyembuhkan luka bakar.
5. Oleskan salep luka bakar untuk meredakan nyeri yang dapat Anda beli di apotek online. Pilihlah salep luka bakar yang mengandung bahan-bahan alami seperti rimpang Coptidis (Coptidis rhizome), batang Phellodendri (Phellodendri chinensis), akar Scutellariae (Scutellariae radix), dan minyak wijen. Karena bahan-bahan alami tersebut sangat membantu menjaga kelembaban kulit yang luka terbakar.
6. Langkah terakhir setelah dilakukan pertolongan pertama, segera rujuk ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Demikianlah informasi mengenai luka bakar dan penanganannya. Semoga bermanfaat dan membantu Anda!

Tinggalkan Balasan