Kamera Sony Alpha A9 dengan Berbagai Macam Keunggulannya

Kamera full frame Sony A9 kembali diperkenalkan pada bulan Juni lalu bersamaan dengan lensa Sony seri G-series ke penggemar fotografi di Indonesia. Kamera penerus generasi Sony A7 ini diklaim memiliki kecepatan yang lebih baik daripada seri sebelumnya. Kamera mirrorless premium yang mengadopsi sensor 35mm ini mengusung teknologi prosesor gambar BIONZ yang dikombinasikan dengan sensor CMOS full frame beresolusi 24,2 megapiksel.

Kombinasi teknologi ini diklaim mampu menghasilkan rentang ISO yang cukup lebar dari ISO 100 hingga ISO 51.200. Rentang ISO ini masih bisa dipacu hingga mencapai ISO maksimal 204.800. Hadirnya prosesor BIONZ juga meningkatkan kemampuan kamera dalam proses pelacakan objek bergerak serta akurasi deteksi gerakan yang lebih tinggi di kelasnya. Hal yang membedakan antara Alpha 9 dengan seri sebelumnya Alpha 7R II terletak dari segi jumlah piksel sensor yang digunakan.

Kecepatan Shutter Sony A9 Mengagumkan

Kecepatan Shutter Sony A9 Mengagumkan

Sementara itu, dari segi kecepatan perekaman gambar secara beruntun (burst rate), Alpha 9 masih tetap unggul. Kamera ini mampu merekam 20 gambar full frame per detik dengan kecepatan shutter maksimal hingga 1/32000 per detik. Bahkan kamera ini mampu melakukan 60 tracking AF/AE per detik berkat hadirnya focal plane dengan 693 titik focus. Hal ini bermanfaat bagi fotografer terutama saat merekam objek bergerak, foto olahraga maupun foto wildlife.

Kecepatan penangkapan gambar Sony Alpha 9 sangat bermanfaat terutama dalam proses perekaman video berformat 4K hingga 6K. Sistem tracking autofokusnya sangat berguna sekali ketika fotografer merekam video beresolusi Full HD 1080p pada 120fps. Hadirnya layar LCD yang bisa ditekuk membuat fotografer bisa mengambil gambar dari sudut yang tak biasa. Sayangnya kamera ini didesain dengan bodi anti debu dan anti kelembaban tapi belum anti air. Jadi, fotografer harus berhati-hati ketika menggunakannya di area outdoor terutama di musim penghujan.

Kelebihan Sony A9 dari kamera full frame lainnya yakni pada penggunaan shutter elektronik. Jadi, kamera bisa merekam gambar tanpa menimbulkan suara layaknya pada kamera yang menggunakan shutter mekanik. Tapi jika menyukai efek suara ketika melakukan pemotretan, pengguna bisa mengaktifkan fitur audio signal ON. Sementara itu, untuk mendukung proses perekaman video, Sony menanamkan port Ethernet untuk pemotretan studio serta dua slot kartu penyimpanan.

Meski memiliki desain yang lebih ringkas, Sony Alpha 9 ternyata dibekali dengan baterai yang bisa dipakai dua kali lebih lama daripada versi Alpha 7. Kamera profesional ini rencana akan dilepas di kisaran harga 62 jutaan untuk versi body only dan 64,9 jutaan untuk versi Sony A9 + SD UHSII 64GB + Grip Vertikal (VG-C3EM) + Baterai NP-FZ100. Harga yang cukup tinggi namun sebanding dengan kualitas kecepatan perekaman yang ditawarkan.